First Marathon: Race Day

Suasana di penginapan sebelum lomba

Suasana di penginapan sebelum lomba

Salah satu faktor yang mempengaruhi performa atau hasil dalam suatu perlombaan adalah istirahat yang cukup dan berkualitas. Untungnya malam itu aku dapat tidur dengan pulas. Walaupun beritirahat hanya empat jam, tidur sekitar pukul sebelas lalu bangun pukul tiga, namun bisa dibilang cukup berkualitas. Barangkali karena tubuh cukup lelah mengunjungi beberapa tempat pagi sebelumnya. Menu sarapan sebelum lomba adalah roti, pisang, dan energen. Minumannya ada pocari serta air gula merah yang telah kusiapkan sebelumnya. Sebelumnya tak pernah aku sarapan sebelum lomba dengan komposisi selengkap itu.

Dari Ikasmanca Runners hanya dua yang mengikuti kategori marathon, yaitu aku dan Cak Gusti. Kami berdua meninggalkan penginapan pukul 4.40. Menurut jadwal, kategori marathon memulai lomba pukul 5. Dengan jarak venue yang dekat, kami seharusnya tidak akan terlambat. Tiba di lokasi start, aku langsung melakukan peregangan. Pukul 5, aku dan Cak Gusti sudah bersama ratusan pelari marathon lainnya di belakang garis start. Menunggu sekian lama ternyata waktu start dimundurkan 30 menit. Continue reading

First Marathon: Before Race

Cak Angga di Malioboro

Cak Angga di Malioboro

Ketika mulai rutin berlari di awal tahun 2016, tepatnya mulai Februari, aku tak menyangka akan bisa mengikuti lomba marathon sampai akhir tahun. Lomba 10K pertama yang aku ikuti terjadi pada April, yaitu Pocari Sweat Run. Lomba yang tidak begitu mulus. Catatan waktuku cukup mengecewakan walaupun tidak begitu buruk. Bulan berikutnya catatan waktu 10K membaik sehingga aku mulai berpikir untuk mengikuti lomba dengan jarak yang lebih jauh, yakni half-marathon.
Akan tetapi, tidak ada lomba dengan jarak half-marathon di pertengahan tahun. Aku mulai yakin bisa mengikuti marathon setelah menyelesaikan Arjuna Welirang Ultra 30K dengan hasil yang lumayan baik. Beberapa lomba marathon akan digelar pada triwulan akhir tahun. Dengan beberapa pertimbangan, Borobudur Marathon akan menjadi lomba marathon pertamaku. Continue reading

Gerak Jalan Mojokerto – Surabaya

103152_492923_gerak_jalan

Courtesy: Dispen Koarmatim

Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto – Surabaya (GJP Mojosuro) merupakan kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun untuk memperingati hari Pahlawan. Kegiatan yang digelar Dispora Pemprov Jawa Timur ini biasanya mengambil lokasi start di Alun-alun Mojokerto. Namun untuk tahun ini lokasi start berpindah ke Lapangan Surodinawan, Mojokerto. Sedangkan lokasi finish berada di Tugu Pahlawan, Surabaya. Tahun ini GJP Mojosuro menempuh jarak 56 kilometer.

Akhir September, saya mendapat informasi akan diadakannya event tahunan ini. Karena penasaran dan tertarik dengan gerak jalan ini, akhirnya saya mendaftarkan diri dua minggu sebelum tanggal pelaksanaan. Hari H pun tiba. Pagi harinya saya sempat long run sejauh 22 km. Perjalanan dari rumah di Surabaya timur menuju lokasi start sendiri butuh waktu hampir 2,5 jam. Mendekati lokasi start, jalanan menjadi macet karena banyaknya kendaraan pengangkut peserta memadati jalan. Continue reading

Race Report: BTS 30K

?

Bromo di kala sore

Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra merupakan salah satu lomba lari lintas alam atau trail terbesar di Indonesia. Sesuai namanya, race ini mengambil tempat di lokasi yang sangat indah sekaligus menantang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jadi, hal itu sudah cukup untuk membuat saya mengikuti race ini. Saya mendaftar untuk kategori paling pendek, 30K. Kategori lainnya adalah 70K, 102K, dan 170K.

Perjalanan menuju Bromo melalui Probolinggo yang menempuh durasi 3,5 jam langsung terbayar begitu sampai di Lava View Lodge. Pemandangan lautan pasir, Gunung Bromo, dan Gunung Batok serta hawa dingin yang menyeruak menghadirkan atmosfer yang sulit untuk dijelaskan. Lava View Lodge merupakan race central tempat pengambilan racepack juga lokasi start dan finish semua kategori. Sembari menunggu start kategori 170K, temperatur udara semakin rendah karena turun gerimis. Continue reading

Tretes Night Run

Tretes Night Run 2016

Tretes terletak di kaki Gunung Arjuno dan Welirang. Hal ini membuat Tretes termasuk sebagai daerah dataran tinggi. Tak heran, kawasan ini memiliki hawa sejuk sehingga populer sebagai tempat wisata. Nah, tentu sangat menarik apabila diselenggarakan lomba lari di sini, apalagi lomba digelar pada malam hari.

Siang itu, kala matahari berposisi di atas kepala, saya sedang melaju di atas kendaraan menuju arah selatan. Mencapai Prigen, tampak daerah itu baru saja diguyur hujan. Hal ini menimbulkan sedikit kekhawatiran apakah lintasan jalan aspal masih basah atau sudah kering ketika lomba dimulai nantinya. Tiba di Tretes, tujuan pertama adalah tempat pengambilan racepack. Racepack telah diperoleh, saya pergi ke sebuah warung untuk makan siang. Tersisa waktu tiga jam sebelum lomba, masih sempat untuk makan berat asal porsinya tidak berlebihan. Continue reading

Berlari di Gunung Arjuno

?

AHAD yang lalu saya mengikuti Arjuna Welirang Ultra (AWU) dengan jarak 30K. Ini merupakan race dengan jarak paling jauh yang pernah saya ikuti. Selain 30K, kategori lainnya adalah 15K dan 60K. Startline bertempat di Kebun Teh Wonosari, Lawang. Jalur 30K dimulai dari Kebun Teh mengikuti jalur pendakian naik ke puncak Arjuno lalu turun kembali ke Kebun Teh, keluar menuju jalan beraspal kemudian menuju finishline di lokasi awal.

Saya bermalam di sekitar venue bersama beberapa peserta lainnya. Tiba di startline menjelang pukul 5 pagi sehingga praktis tidak melakukan pemanasan sebelum lomba. Seperti lomba lari lainnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan race dimulai tepat pukul 5 pagi. Para peserta berlari dengan bantuan head lamp karena langit masih gelap. Trek awal adalah jalur makadam melewati perkebunan teh sampai Pos 1. Melewati Pos 1, trek berganti menjadi tanah. Di sini saya merasa agak masuk angin, lalu memutuskan untuk berganti kaos karena basah. Sampai di Pos 2 Lincing, berada di urutan ke-7. Continue reading