Eat Pray Love: Perjalanan Mencari Makna Kehidupan

Destinasi pariwisata utama Indonesia, Pulau Bali, menjadi salah satu setting dari film Eat Pray Love. Film ini diangkat dari novel karangan Elizabeth Gilbert dengan judul yang sama. Disutradarai oleh Ryan Murphy, Eat Pray Love mengambil setting di Italia, India, dan Indonesia, selain di US.

Julia Roberts memerankan karakter Liz Gilbert, seorang penulis wanita paruh baya yang bisa dibilang telah mendapatkan segalanya di usianya, yang merasa sangat bosan pada pernikahannya dan ragu apakah suaminya benar-benar mencintainya. Di tengah kebimbangannya akhirnya Liz memutuskan pergi menyendiri ke Italia untuk melupakan permasalahannya dengan menikmati makanan Italia yang terkenal dengan kelezatannya. Setelah puas dengan kuliner ala Italia, Liz pun pergi ke India untuk menenangkan jiwanya. Continue reading

Advertisements

Apa Kopi Favorit Anda?

Tentunya Anda semua pernah menikmati minuman satu ini. Ya, kopi memang minuman favorit semua golongan, tidak mengenal usia maupun status. Tua muda, dari kalangan berduit sampai sampai para tukang becak semua menyukai kopi. Oleh karena itu tak heran jika kopi menempati peringkat dua dunia setelah air putih dalam hal konsumsi.  Kopi juga merupakan komoditas terbesar dunia setelah minyak bumi dan gas alam. Saya sebenarnya tidak terlalu fanatik dengan minuman satu ini. Hanya dulu jika pengen begadang sampe malem harus minum kopi, apalagi waktu itu kamar saya di asrama mahasiswa terletak paling ujung jadi kalo malem angin sering masuk ke kamar dan akhirnya jadi gampang ngantuk. Untunglah sekarang udah pindah kamar dan dapet yang di tengah. Jadinya sekarang jarang minum kopi. Tapi memang kopi bermanfaat sekali bagi begadangers. Continue reading

Le Grand Voyage

Le Grand Voyage merupakan film berbahasa Perancis yang dirilis pada tahun 2004. Film ini meraih gelar film terbaik pada Venice Film Festival. Film yang disutradarai Ismael Ferroukhi ini juga sempat ditayangkan beberapa kali di salah satu stasiun televisi swasta.

Film ini berkisah mengenai seorang ayah dan anak dalam perjalanannya menuju Makkah. Sang ayah, yang diperankan secara apik oleh Mohammed Majd, hendak melakukan ibadah haji dengan melakukan perjalanan darat menuju Tanah Suci dengan mobil yang disopiri oleh anaknya, Reda (Nicolas Cazale). Perjalanan yang akan mengubah hidup mereka berdua dipenuhi dengan pergolakan emosi akibat hubungan yang kurang baik antara Reda dengan ayahnya. Sang ayah merupakan seorang imigran Maroko dan seorang muslim yang taat sedangkan Reda adalah remaja Prancis yang baru beranjak dewasa. Perbedaan karakter dua generasi tersebut menimbulkan pergolakan hubungan ayah anak sepanjang film berjalan. Continue reading

The Naked Traveler 2

 

It’s not the destination, but the journey

Jika Anda seorang traveler ataupun backpacker sejati sepatutnya membaca buku karangan Trinity yang berjudul The Naked Traveler 2. Buku ini memang kelanjutan dari buku Trinity sebelumnya yang berjudul The Naked Traveler. Buku jilid dua ini masih berisi cerita-cerita si penulis ketika menjelajahi banyak kota di berbagai negara. Tetapi jangan harap menemukan gambar-gambar pemandangan alam yang cantik karena buku ini ‘miskin’ gambar. Tetapi justru di situlah penulis lebih menonjolkan  pengalaman unik dibalik perjalanannya. Ya, travelling tidak selalu enak dan nyaman. Pesawat yang delay, penduduk lokal yang tidak ramah, dan berbagai pengalaman tak terduga adalah sekelumit cerita yang dialami penulis dalam petualangannya. Bahkan penulis sendiri sempat dilamar oleh seorang penduduk lokal !  Continue reading

Tuhan Sembilan Senti

Mungkin Anda pernah naik kendaraan umum seperti angkot dan kereta dan kesal dengan perilaku beberapa penumpang yang yang tidak bertanggungjawab. Saya sering mengalami hal tersebut ketika menaiki kereta dalam perjalanan Bandung -Surabaya. Padahal kereta yang saya naiki itu adalah kelas bisnis. Sebelumnya saya sempat mengira bahwa kereta bisnis akan terbebas dari asap rokok. Tetapi penilaian saya ternyata salah. Walaupun tidak begitu sering, perilaku tersebut sungguh mengganggu kenyamanan seluruh penumpang. Saya sampai tidak habis pikir bagaimana bisa penumpang yang merokok tersebut tidak memikirkan para penumpang lainnya yang tidak hanya orang-orang dewasa tetapi juga terdapat anak kecil maupun balita. Saya yakin Anda pernah mengalami ketidaknyamanan yang pernah saya alami tersebut baik di dalam kereta maupun angkutan umum lainnya.

Tampaknya peringatan yang terdapat pada setiap bungkus rokok yang berbunyi “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” sudah tidak mempan lagi. Mungkin akan lebih baik bila pada setiap bungkus rokok ditampilkan gambar paru-paru yang menghitam milik para pecandu rokok. Ya para pecandu rokok seolah-olah sudah lupa atau mungkin sudah tidak peduli lagi dengan kesehatan tubuhnya demi kenikmatan sesaat yang diperolehnya. Anugerah Tuhan yang berupa tubuh dan badan yang sehat tidak mereka syukuri malah mereka rusak dengan memasukkan zat-zat berbahaya yang merusak paru-paru mereka. Continue reading