Bertandang Sejenak ke Malang

HARI Minggu akhir bulan yang lalu, saya dan beberapa teman berkunjung ke Malang. Motif kunjungan kami adalah menghindar sejenak dari hiruk pikuk perkotaan sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Awalnya, Madura dan Malang menjadi dua kandidat tujuan kami. Malang terpilih karena menawarkan kuliner lebih menjanjikan, selain ingin mengeliminir ‘nyasar time’ bila mengunjungi Pulau Garam.

Sebelum berangkat, kawan saya, Aynur, telah membuat itinerary singkat. Rencananya perjalanan ini menggunakan motor dan diikuti oleh lima orang. Saya, Iman, Aynur, Muchlis dan Mas Wira. Muchlis dan Mas Wira ialah teman kuliah Iman yang saya kenal beberapa tahun terakhir. Sementara saya, Iman dan Aynur dipertemukan di SMA yang sama

Hari Minggu pun tiba. Datang ke rumah Iman saya terkejut hanya mendapati Iman dan Aynur saja. Ternyata Mas Wira batal berangkat. Sementara Muchlis tidak dapat dihubungi. Rencana mulai sedikit kacau. “Wis nang kebun binatang ae lak wong telu tok,” Aynur meradang. Continue reading

Advertisements

My First Backpacking Trip: Jogja Memang Istimewa Part 1

Akhirnya posting juga, setelah satu bulan lebih tidak memperbarui isi blog ini. Berawal dari keinginan untuk backpackeran, akhirnya rencana itu terlaksana pada liburan semester kemarin. Partner in crime saya adalah Lucky. Tujuan kami adalah Jogja. Tentunya kami berencana ke Jogja bukan untuk mendukung penetapan Sri Sultan sebagai Gubernur DIY walaupun saya setuju dengan aspirasi rakyat Jogja tersebut :smile:. Sejak kecil saya setiap Lebaran mengunjungi rumah mbah saya di Imogiri, Jogja. Saya merasa mempunyai chemistry dengan kota ini. Sudah sekitar 4,5 tahun tidak mengunjungi kota ini.

Jauh-jauh hari saya sudah mencari info dan membuat itinerary. Karena perjalanan kami berlabel backpacking tentunya kereta api ekonomi adalah pilihan yang bijak. Tanggal 30 Desember 2010 saya dan Lucky berencana naik KA Kahuripan yang dijadwalkan berangkat pukul 9 malam, tiketnya seharga 24 rb untuk rute Bandung sampai Jogja. Satu jam sebelum keberangkatan para calon penumpang sudah menyemut di stasiun Kiaracondong. Bisa dapet tempat duduk gak ya, pikir saya waktu itu. Kereta yang ditunggu pun datang, namun boro2 dapet tempat duduk masuk pun sulit. But, the show must go on.

Setelah berdesak-desakan akhirnya saya pun dapat masuk juga. Saya berdiri hanya berjarak satu langkah dari bibir pintu masuk. Persis seperti suasana kereta ekonomi saat libur Lebaran, bahkan mungkin lebih parah. Begitulah, trasportasi sejuta umat ini memang pilihan bagi masyarakat Indonesia yang umumnya kalangan menengah ke bawah. Kereta pun perlahan bergerak dan saat itu saya sadar perjalanan sembilan jam ini akan sangat panjang dan akan terekam dalam memori saya.

DAY 1

Stasiun Lempuyangan

Continue reading

Makanan Khas Jawa Timur

Kekayaan kuliner Nusantara memang tak terkira banyaknya.  Setiap daerah tentu mempunyai makanan khasnya masing-masing. Tak terkecuali Jawa Timur, daerah asal saya. Bagi Anda yang belum mengetahui apa saja makanan khas di propinsi paling timur pulau Jawa ini, berikut saya bahas secara singkat kuliner khas Jawa Timur.

Bon appétit!

Rawon


Rawon merupakan makanan berupa sup daging kuah hitam. Kuah hitam berasal dari kluwak dan daging yang digunakan adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu merupakan campuran dari bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati.

Rawon umumnya disajikan bersama nasi dan dilengkapi dengan tauge, daun bawang, kerupuk, dan sambal. Continue reading

Apa Kopi Favorit Anda?

Tentunya Anda semua pernah menikmati minuman satu ini. Ya, kopi memang minuman favorit semua golongan, tidak mengenal usia maupun status. Tua muda, dari kalangan berduit sampai sampai para tukang becak semua menyukai kopi. Oleh karena itu tak heran jika kopi menempati peringkat dua dunia setelah air putih dalam hal konsumsi.  Kopi juga merupakan komoditas terbesar dunia setelah minyak bumi dan gas alam. Saya sebenarnya tidak terlalu fanatik dengan minuman satu ini. Hanya dulu jika pengen begadang sampe malem harus minum kopi, apalagi waktu itu kamar saya di asrama mahasiswa terletak paling ujung jadi kalo malem angin sering masuk ke kamar dan akhirnya jadi gampang ngantuk. Untunglah sekarang udah pindah kamar dan dapet yang di tengah. Jadinya sekarang jarang minum kopi. Tapi memang kopi bermanfaat sekali bagi begadangers. Continue reading