Bertandang Sejenak ke Malang

HARI Minggu akhir bulan yang lalu, saya dan beberapa teman berkunjung ke Malang. Motif kunjungan kami adalah menghindar sejenak dari hiruk pikuk perkotaan sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Awalnya, Madura dan Malang menjadi dua kandidat tujuan kami. Malang terpilih karena menawarkan kuliner lebih menjanjikan, selain ingin mengeliminir ‘nyasar time’ bila mengunjungi Pulau Garam.

Sebelum berangkat, kawan saya, Aynur, telah membuat itinerary singkat. Rencananya perjalanan ini menggunakan motor dan diikuti oleh lima orang. Saya, Iman, Aynur, Muchlis dan Mas Wira. Muchlis dan Mas Wira ialah teman kuliah Iman yang saya kenal beberapa tahun terakhir. Sementara saya, Iman dan Aynur dipertemukan di SMA yang sama

Hari Minggu pun tiba. Datang ke rumah Iman saya terkejut hanya mendapati Iman dan Aynur saja. Ternyata Mas Wira batal berangkat. Sementara Muchlis tidak dapat dihubungi. Rencana mulai sedikit kacau. “Wis nang kebun binatang ae lak wong telu tok,” Aynur meradang. Continue reading