Race Report: BTS 30K

?

Bromo di kala sore

Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra merupakan salah satu lomba lari lintas alam atau trail terbesar di Indonesia. Sesuai namanya, race ini mengambil tempat di lokasi yang sangat indah sekaligus menantang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jadi, hal itu sudah cukup untuk membuat saya mengikuti race ini. Saya mendaftar untuk kategori paling pendek, 30K. Kategori lainnya adalah 70K, 102K, dan 170K.

Perjalanan menuju Bromo melalui Probolinggo yang menempuh durasi 3,5 jam langsung terbayar begitu sampai di Lava View Lodge. Pemandangan lautan pasir, Gunung Bromo, dan Gunung Batok serta hawa dingin yang menyeruak menghadirkan atmosfer yang sulit untuk dijelaskan. Lava View Lodge merupakan race central tempat pengambilan racepack juga lokasi start dan finish semua kategori. Sembari menunggu start kategori 170K, temperatur udara semakin rendah karena turun gerimis.

?

Start 170K

Saya janjian dengan seorang kawan dari Pasuruan untuk sharing room. Namanya Kharis. Dia juga mengikuti kategori 30K. Kharis datang tahun ini untuk revenge lantaran over-COT tahun lalu. Sesampainya di penginapan, saya mengecek kembali semua perlengkapan yang akan digunakan esok hari.

Race day. Pagi itu, setelah sarapan ringan dan persiapan akhir, saya dan Kharis bersiap meninggalkan penginapan. Penginapan yang kami tempati berjarak sekitar 400 meter dari venue. Untuk dapat memulai lomba, peserta harus melakukan gear check terlebih dahulu. Menjelang waktu start para peserta sudah memadati area sekitar garis start. Sebelum race dimulai, anthem “Indonesia Raya” dinyanyikan.

Tepat pukul 6 pagi, race akhirnya dimulai. Trek awal adalah trek tanah dengan sedikit naik turun. Cukup enak dibuat lari tapi lokasi start yang mempunyai elevasi 2.200 mdpl membuat sedikit tersiksa pada awal berlari. Beberapa kilometer kemudian jalur menurun ke lautan pasir untuk menuju tanjakan B29.

img-20161107-wa0003

Menuju tanjakan B29 (Courtesy: Abi Supiandi)

Unfortunately, betis kiri saya kram di tengah tanjakan B29. Hal yang tidak diduga karena sebelumnya tidak pernah mengalami kram saat race. Berhenti sebentar, sesudah kram mereda lanjut nanjak lagi. Sampai di WS B29 jam menunjukkan durasi 1 jam 7 menit. Sayangnya, di sini tidak ada isotonik, hanya ada air mineral. Di WS pertama ini saya berada di urutan ke-11.

Trek berikutnya adalah trek tanah dengan kombinasi menanjak, datar, dan menurun tetapi masih bisa dibuat lari. Beberapa kali mengalami kram sehingga tidak bisa lari terlalu cepat. Untuk kategori 30K, keseluruhan trek dari start sampai finish bisa dibuat lari kecuali di tanjakan B29 dan bukit-bukit pasir.

Lalu sampai di pertigaan menuju Ranu Pane. Di pertigaan ini peserta kategori 170K, 102K, dan 70K berbelok ke kiri menuju WS Ranu Pane, sedangkan peserta 30K tetap lurus menuju WS Jemplang. Setelah pertigaan ini trek berganti menjadi jalan aspal. WS Jemplang berada di km 16.

Tiba di WS Jemplang dengan waktu 2 jam 26 menit dan berada di urutan 10. WS ini paling komplet refreshmentnya. Minumannya ada isotonik, cola, minuman rasa buah, dan air mineral. Makanan ada mi instan siap seduh, bakpao, dan pisang. Saat akan sampai di lautan pasir, betis kiri tiba-tiba mengalami kram lagi saat berlari cepat dan otomatis berhenti beberapa saat. Lalu dua peserta di belakang mendahului.

Karena tidak bisa berlari cepat saya berusaha lari pelan dan sesekali berjalan. Di lautan pasir harus awas karena jalur yang dilewati adalah jalur yang biasa digunakan jeep. Sesekali langkah terhenti lantaran berjumpa badai pasir. Peserta di depan saya tampaknya juga mengalami kram karena hanya berjalan saja.

Setelah sekian lama melintasi lautan pasir, trek dibelokkan ke jalur bukit-bukit pasir. Bukit-bukit ini yang cukup eksotis sebenarnya. Namun untuk melewatinya saya harus melompat, memanjat, merangkak, ndlosor, dan semacamnya. Bukit-bukit pasir is the hardest part. Di bukit-bukit ini kegunaan gaiter akan muncul. Kebetulan saya tidak pakai gaiter, untungnya tidak banyak pasir yang masuk sepatu.

Sesudah berjuang keras, gunung Bromo akhirnya terlihat. Dan di bawah tangga WS ketiga berlokasi. Di WS ini saking kalapnya saya menghabiskan satu botol isotonik dan setengah botol cola, hehe… Di sini saya melorot satu posisi karena tiba berbarengan dengan peserta lain. Sebelum mendapatkan gelang, peserta harus naik tangga ke puncak Bromo lalu turun kembali.

Untuk sampai di garis finish masih harus melewati lautan pasir sepanjang 3 km. Bila terlewati, tantangan terakhir adalah jalan aspal menanjak curam menuju Lava View. Di kilometer terakhir ini saya sudah sangat lelah dan akhirnya berjalan saja. Akhirnya saya tiba di garis finish dengan waktu 4 jam 55 menit. Alhamdulillah, sesuai dengan target awal finish sub 5 jam. Namun hal terpenting adalah finish tanpa cedera dan menikmati race.

Pengaturan lomba sendiri berjalan dengan sangat baik. Waktu start tepat waktu, marking rute jelas, refreshment di WS beragam dan melimpah (kecuali di WS B29 yang hanya air mineral), kru responsif, dan tegas terhadap aturan yang dibuat. Ditambah juga dengan pemandangan yang cantik dan rute yang menantang.

BTS 30K cocok untuk pelari trail beginner yang akan naik level. Apalagi tahun ini COT ditambah menjadi 7 jam. Semisal finish over-COT pun saya kira peserta tidak akan menyesal dengan pemandangan, pengalaman, dan pelayanan yang diperoleh.

Race rating: 9.5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s