Review: Manusia Indonesia

cover 2

 

Buku Manusia Indonesia merupakan naskah yang diterbitkan dari ceramah Mochtar Lubis yang dilakukan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 6 April 1977. Ceramah tersebut berjudul “Kondisi dan Situasi Manusia Indonesia Masa Kini”. Dalam ceramahnya, Mochtar Lubis mengemukakan enam ciri dari manusia Indonesia.

Ciri-ciri tersebut yaitu:

1. Munafik

2. Tidak bertanggungjawab

3. Berjiwa dan berperilaku feodal

4. Percaya takhayul

5. Artistik

6. Berwatak lemah

Kalau kita cermati enam ciri tersebut memang ada benarnya, walaupun tidak bisa digeneralisasi pada seluruh masyarakat Indonesia. Seperti yang dikatakan Jakob Oetama pada pengantar buku, manusia Indonesia yang dimaksud adalah manusia Indonesia yang distereotipkan. Stereotip tidak sepenuhnya benar atau salah. Stereotip tumbuh dari pengalaman, pengamatan, dan prasangka.

Kita ambil contohnya pada ciri ketiga. Perilaku ini marak di berbagai instansi. Bawahan seringkali mempunyai rasa takut berlebihan terhadap atasan. Harus melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi seseorang yang secara struktural berada di atasnya dan menyembunyikan hal yang tidak disukai atasannya. Kritik akan sulit muncul dan kinerja instansi itu tidak bisa optimal.

Ciri keempat, percaya takhayul. Begitu banyak masyarakat masih melakukan ritual-ritual yang dipercaya akan mendatangkan rezeki dan melancarkan kegiatan mereka ke depannya. Banyak ritual dilakukan di laut, gunung, sawah, dan tempat lainnya. Beberapa benda juga dipercaya memiliki kekuatan tersendiri seperti keris, gamelan, dan sebagainya.

Dalam ceramahnya, Mochtar Lubis hanya menyebut satu ciri yang positif, yaitu artistik. Selain enam ciri utama tadi, Mochtar Lubis juga menyebut beberapa ciri masyarakat Indonesia lainnya. Diantaranya: tidak hemat, tukang menggerutu, cepat cemburu dan dengki, berhati lembut, suka damai, serta punya selera humor yang baik.

Selain hal-hal di atas, buku ini memuat catatan Mochtar Lubis mengenai keadaan ekonomi dunia pada tahun itu. Menurutnya, teknologi berperan besar mendorong kemajuan suatu negara. Namun teknologi juga mempunyai dampak negatif terhadap ekologi. Pola konsumsi atau penggunaan sumber daya alam di Amerika Serikat yang boros seharusnya tidak ditiru negara lain, termasuk Indonesia.

Rating: 3.5 (dari 5)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s