Review: To Kill a Mockingbird

Cover novel

Kau tidak akan pernah memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”

 

Kisah ini diceritakan dari sudut pandang Scout, seorang gadis berusia delapan tahun. Scout dan abangnya, Jem Finch, tinggal di Maycomb, sebuah kota tua yang tenang di Alabama. Saat musim panas tiba, Scout, Jem bersama Dill, keponakan tetangga mereka, menghabiskan waktu bermain bersama dan kerap membuat rencana untuk mengganggu Boo Radley, tetangga misterius yang tinggal beberapa petak dari rumah Jem dan Scout.

Kehidupan Scout dan Jem Finch mulai berubah saat ayah mereka yang bekerja sebagai pengacara, Atticus Finch, memutuskan untuk membela Tom Robinson, pria yang dituduh memperkosa seorang wanita. Masalahnya Tom Robinson adalah seorang kulit hitam, hal yang membuat kasusnya menjadi semakin sulit. Membela seorang kulit hitam yang dituduh bersalah adalah perbuatan yang tidak bisa diterima warga Maycomb.

Keputusan Atticus mengundang kecaman dari berbagai pihak. Di saat cobaan menerpa keluarganya, Scout dan Jem mulai belajar bahwa kehidupan tidak sekedar hitam dan putih.

Begitu halaman terakhir selesai dibaca, saya termenung sejenak dan sadar novel ini sedikit banyak akan berpengaruh di waktu-waktu mendatang. Karakter-karakter yang sulit dilupakan dan kisah yang luar biasa. Begitu hangat, inspiratif dan powerful.

Novel ini menunjukkan bagaimana prasangka seringkali membutakan manusia, bagaimana semangat kebaikan tidak seharusnya surut dan manusia tidak seharusnya memandang manusia lain dari apa pun latar belakangnya.

Karakter dalam kisah ini memberikan arti sebenarnya dari keberanian. Bagaimana keadilan seharusnya ditegakkan. Dan kebenaran seharusnya menjadi dasar dalam bertindak.

Saya kira para orangtua dan yang bercita-cita menjadi orangtua perlu membaca buku ini. Hubungan Atticus dengan Jem dan Scout menarik untuk diperhatikan. Bagaimana Atticus mendidik mereka seorang diri sembari menanamkan nilai-nilai moral pada keduanya. Atticus sadar perkataan dan tindakannya akan menentukan bagaimana nurani akan tumbuh pada diri Jem dan Scout. Atticus menunjukkan keberanian tidak selalu harus ditunjukkan dengan tindakan fisik. Bagi Jem dan Scout (dan sebagian pembaca), Atticus adalah seorang ayah yang sangat heroik.

Cerita ini bersetting Amerika pada tahun 1930an, ketika mengalami masa Great Depression. To Kill a Mockingbird adalah satu-satunya novel yang ditulis oleh Harper Lee. Harper Lee lahir di Alabama dan tahun 1930an adalah masa-masa dia menghabiskan masa kecilnya. Beberapa karakter dalam cerita terinspirasi dari orang-orang dalam keluarga dan lingkungan masa kecilnya.

To Kill a Mockingbird diterbitkan tahun 1960 dan mendapatkan Pulitzer Prize setahun kemudian. Dalam situs review buku Goodreads, buku ini berada pada ranking pertama daftar Books That Everyone Should Read At Least Once dan ranking tujuh daftar Best Book Ever. Pada tahun 1962 kisah ini diadaptasi ke layar lebar dengan judul yang sama dan meraih beberapa Oscar.

To Kill a Mockingbird adalah sebuah kisah yang tak tergerus oleh waktu. Saya akan merindukan kembali perasaan setelah selesai membaca novel ini untuk pertama kalinya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s