Review Buku: Pembunuhan atas Roger Ackroyd

 

Agatha

Sebagai penggemar cerita detektif atau fiksi kriminal, saya sangat menyukai kisah Sherlock Holmes. Bisa jadi kisah karangan Sir Arthur Conan Doyle itulah yang menjadi awal ketertarikan saya terhadap cerita-cerita detektif. Dulu (sampai sekarang) manga seperti Detektif Conan dan Detektif Kindaichi adalah favorit saya. Seri novel Trio Detektif karya Alfred Hitchcock juga sering saya baca. Namun belum pernah sekalipun saya menamatkan novel Agatha Christie.

Dalam ranah cerita fiksi kriminal atau misteri, nama Agatha Christie sama tenarnya dengan Sir Arthur Conan Doyle dan Alfred Hitchcock. Agatha Christie juga salah satu penulis yang karyanya paling laku sepanjang masa. Ketika berkunjung ke sebuah toko buku, saya cukup beruntung mendapati salah satu karya Christie yang terkenal Pembunuhan Atas Roger Ackroyd berada di rak. Dalam situs review buku Goodreads, Pembunuhan Atas Roger Ackroyd bersama Sepuluh Anak Negro dan Pembunuhan di Atas Orient Express adalah tiga novel Christie dengan rating paling tinggi.

 

Suatu malam seorang pria kaya Roger Ackroyd dibunuh di ruang kerja di rumahnya. Roger Ackroyd dibunuh setelah menerima surat dari Mrs. Ferrars, wanita yang dicintainya. Namun, surat itu tidak pernah selesai dibaca oleh Roger Ackroyd. Akhirnya, keponakan korban meminta bantuan kepada Hercule Poirot. Kasus ini memaksa Poirot kembali dari masa pensiunnya. Beberapa orang yang berada di rumah Ackroyd menjadi tertuduh. Beberapa diantaranya mempunyai motif untuk membunuh Ackroyd. Alibi sang pembunuh pun terlihat sempurna. Tak seorang pun mencurigainya… kecuali Hercule Poirot.

 

Judul ini diterbitkan pada tahun 1926. Cerita ini berlatarbelakang di Inggris pada tahun 1920-an. Salah satu dari karya-karya terbaik Agatha Christie. Novel Agatha Christie pertama yang saya baca ini memberikan akhir cerita yang mengejutkan. Biasanya satu novel Sherlock Holmes memuat beberapa kasus sedangkan novel karya Agatha hanya satu kasus. Walaupun begitu cukup menyenangkan mengikuti alur demi alur penyelidikan Hercule Poirot.

Jika Sherlock Holmes mempunyai Dr. Watson, Hercule Poirot biasanya bekerja tanpa seorang asisten khusus. Dari segi karakter, Sherlock Holmes berwatak cukup angkuh, berbeda dengan Hercule Poirot yang lebih rendah hati. Akhir kata, saya mulai jatuh hati pada karya-karya Agatha Christie.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s