Best Films of 2012

new_year_wallpapers_happy_new_year__2012_032898_

Tahun 2012 telah berlalu. Puluhan film mewarnai perjalanan satu tahun dengan berbagai rasa. Hal itu seakan mengamini bahwa film adalah anugerah seni terbesar yang pernah dimiliki umat manusia.

Sebagai sebuah karya seni, tujuan utama film dibuat adalah untuk menghibur. Baik itu drama, komedi, horor atau genre yang lain, semuanya dibuat untuk menghibur penonton. Ketika penonton selesai menonton satu film dan merasakan suatu emosi tertentu (entah senang, sedih, tegang atau lainnya), tujuan sang pembuat film dapat dikatakan tercapai.

Dewasa ini film telah berkembang sebagai sarana perenungan dan pembelajaran. Dari suatu film seharusnya banyak nilai positif yang dapat kita ambil.

Daftar ini berfungsi sebagai pengingat ada banyak film bagus dan bervariasi di tahun 2012. Sebagaimana daftar-daftar terbaik lainnya, daftar ini kental dengan unsur subjektifitas. Film-film dalam daftar ini terbatas pada film feature fiksi dan dirilis pada tahun 2012.

Honorable Mentions: Habibie & Ainun

#15 The Avengers 

the avengers

I still believe in heroes.” – Nick Fury

Proyek ambisius Marvel ini akhirnya dirilis tahun lalu. Mengumpulkan tujuh jagoan komik Marvel, The Avengers jelas dibuat untuk tujuan hiburan dan komersil. Walau begitu, naskah The Avengers ditulis dengan cukup serius. Alkisah, Nick Fury mengumpulkan agen Natasha Romanoff/Black Widow, agen Clint Barton/Hawkeye, Bruce Banner/Hulk, Steve Rogers/Captain America, Tony Stark/Iron Man dan Thor untuk menghadapi Loki yang membawa pasukan alien yang sangat banyak untuk menyerang Bumi. Sungguh, menggabungkan tujuh jagoan dalam satu film bukan perkara mudah namun The Avengers cukup sukses dengan hal tersebut.

#14 Moonrise Kingdom

moonrise

“He left me a letter of resignation. Over.” – Scout Master Ward

Moonrise Kingdom berkisah tentang dua bocah yang sedang mengalami cinta pertamanya. Satu hal yang langsung saya tangkap setelah menonton Moonrise Kingdom adalah sinematografinya yang indah dan begitu memanjakan mata. Kisah romansa yang diceritakan juga terasa begitu manis dan dan tampil apa adanya. Sangat menyenangkan melihat Bruce Willis tidak menghajar seseorang ataupun memegang senjata otomatis. Cara penceritaan yang komikal dan akting yang kuat membuat Moonrise Kingdom akan begitu mudah disukai penonton semenjak menit pertama berjalan.

#13 Cloud Atlas

cloud_atlas_poster

“Our lives are not our own. From womb to tomb, we are bound to others. Past and present. And by each crime and every kindness, we birth our future.” – Soonmi-451

Diadaptasi dari novel berjudul sama, Cloud Atlas adalah film yang kompleks karena tersusun dari enam cerita berbeda namun sangat berkaitan satu sama lain. Beruntung ketiga sutradara The Wanchowskis dan Tom Tykwer mampu menghadirkan film dengan megah namun tidak kehilangan esensi cerita. Cloud Atlas berjalan dengan gaya penceritaan interwoven dan untungnya deretan cast mampu memerankan karakter-karakter yang berbeda pada keenam cerita. Sebuah film yang memberikan banyak pesan mengenai kehidupan, passion dan konsekuensi.  Salah satu presentasi yang sayang sekali jika dilewatkan.

#12 Frankenweenie

Frankenweenie

Your dog is alive!” – Edgar

Tim Burton kembali hadir dengan teknik pengerjaan animasi favoritnya, yaitu teknik stop motion. Kali ini dengan tambahan format hitam putih. Seperti kebanyakan film Tim Burton lainnya, Frankenweenie bernuansa kelam. Frankenweenie berkisah mengenai seorang anak yang ingin menghidupkan kembali anjing peliharaannya yang telah mati. Walau kental dengan nuansa horror dan kelam, Frankenweenie dikemas Burton menjadi sebuah tontonan keluarga. Inilah sebuah kisah hangat tentang keluarga dan persahabatan. Film yang cukup personal bagi Burton, serta tribute sang sineas untuk film-film horor favoritnya, terutama Frankenstein (1931), yang unsur-unsurnya banyak ditemui dalam Frankenweenie.       

#11 The Hobbit: An Unexpected Journey

the hobbit

Loyalty, honor, a willing heart, I can ask no more than that.” – Thorin Oakenshield

Setelah sembilan tahun berlalu, Peter Jackson kembali membawa kita ke Middle Earth. Dengan setting60 tahun sebelum peristiwa dalam Lord of the Rings, The Hobbit: An Unexpected Journey memusatkan cerita pada kisah petualangan Bilbo Baggins. Dari segi penceritaan, The Hobbit: An Unexpected Journey mempunyai alur yang cukup lambat pada paruh pertama. Hal itu mungkin disebabkan adanya tambahan materi untuk menambah informasi yang tidak ada dalam novelnya. Paruh kedua berjalan lebih cepat seiring perjalanan berliku Bilbo, Gandalf, Thorin dan 12 kurcaci lainnya menuju Lonely Mountain.

Banyak yang menganggap The Hobbit: An Unexpected Journey adalah sebuah penurunan kualitas. Tapi inilah cara yang harus ditempuh Peter Jackson dalam membangun pondasi cerita untuk dua sekuel selanjutnya. 

#10 Wreck-It Ralph

wreck-it ralph

I’m bad, and that’s good. I will never be good, and that’s not bad. There’s no one I’d rather be than me.” – Wreck-It Ralph

Dulu, sekitar 15-20 tahun lalu, games arcade (banyak dari kita menyebutnya ding-dong) begitu digemari anak-anak dan remaja. Fenomena itulah menginspirasi Disney dalam membuat Wreck-It Ralph. Karena itu, tak aneh bila Wreck-It Ralph kaya akan karakter yang membuat sebagian penonton bernostalgia dengan game yang mereka mainkan dulu.

Penulis naskah mampu merangkai banyak karakter dari game yang berbeda sehingga diperoleh penceritaan yang berkualitas. Wreck-It Ralph begitu menghibur dan mengandung banyak nilai positif tentang persahabatan dan kekeluargaan. Sebuah kisah hangat yang mampu menjangkau semua kalangan usia. 

#9 Skyfall

 

skyfall01

“England… Mi6… so old-fashioned!” – Raoul Silva

Dengan The Dark Knight sebagai inspirasinya, Sam Mendes membuat film teranyar franchise James Bond ini menjadi lebih kelam. Dalam film ke-23 ini, James Bond menghadapi salah satu villain terberat yang pernah ditemuinya, Raoul Silva, yang diperankan sangat baik oleh Javier Bardem.

Skyfall lebih memfokuskan pada kedalaman cerita dan penggalian karakter dibanding deretan aksi yang megah. Penonton diperlihatkan sisi personal James Bond, sisi yang jarang ditemui dalam film-film Bond sebelumnya.

Kualitas Skyfall semakin bertambah dengan dukungan sinematografi dan tata musik yang mumpuni. Banyak pihak menyebut Skyfall sebagai film Bond terbaik. Namun yang jelas Skyfall adalah film Bond pertama yang meraih Oscar, dalam kategori Best Original Song. Kado istimewa untuk menandai perayaan 50 tahun franchise ini.   

#8 Les Miserables

Les-Miserables-Movie-Poster-Large

I had a dream my life would be so different from this hell I’m living!” – Fantine

Tom Hooper menggunakan metode baru dalam pembuatan film musikal yaitu membuat pemain bernyanyi secara live. Sebuah inovasi yang berani walaupun hasilnya kurang begitu maksimal. Kelebihan metode live ini adalah agar emosi pemain dapat keluar secara maksimal. Dengan sebagian besar dialog adalah nyanyian, menonton Les Misérables mungkin sedikit terasa membosankan. Untungnya sebagian besar cast memiliki kemampuan bernyanyi dengan baik. Selain itu, para cast bermain dengan memikat, terutama Hugh Jackman dan Anne Hathaway.

Ya, tidak semua penonton menyukai film musikal, termasuk saya. Namun saya begitu menikmati Les Misérables versi Tom Hooper ini.   

#7 Amour

amour1-1354644003

You are a monster sometimes.” – Anne

Menonton Amour seperti mendefinisikan kembali apa arti cinta sesungguhnya. Penonton harus bersabar menonton menit demi menit untuk dapat memahami apa sebenarnya yang ingin ditunjukkan oleh Michael Haneke. Yang patut dipuji adalah skrip brilian yang juga ditulis oleh Haneke serta penampilan yang begitu istimewa dari Emmanuelle Riva dan Jean-Louis Trintignant. Film yang begitu jujur menyampaikan tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh suatu pasangan suami istri.  

#6 Looper

looper1

Then I saw it, I saw a mom who would die for her son, a man who would die for his wife, a boy, angry & alone, laid out in front of him the bad path. I saw it & the path was a circle, round & round. So I changed it.” – Joe

Dengan resume penyutradaraan yang belum banyak, Rian Johnson sukses memadukan elemen action dan science-fiction dalam Looper. Looper memiliki ide penceritaan yang original dan menarik, yang mana cukup langka di Hollywood saat ini. Walau berkaitan dengan time travel, Looper tidak memusatkan pada permasalahan time travel. Naskah yang juga ditulis oleh Rian Johnson ini lebih memberi penekanan pada permasalahan karakter-karakternya akibat time travel. Berbekal storyline yang kuat dan eksekusi brilian dari sang sutradara menjadikan Looper sebagai action science-fiction terbaik tahun lalu.

#5 Zero Dark Thirty

ZeroDarkThirty2012Poster

I’m going to smoke everyone involved in this op and then I’m going to kill bin Laden.” – Maya

Kathryn Bigelow kembali membuat film yang bersinggungan dengan perang setelah The Hurt Locker (2009). Kali ini berkisah tentang perburuan Osama bin Laden. Zero Dark Thirty mengandalkan banyak adegan penuh dialog yang intens. Hal ini membuka peluang penonton bosan mengikutinya. Namun, setelah mengikuti menit demi menit, cerita berjalan semakin menarik, seiring investigasi Maya, sang agen CIA, yang sedikit demi sedikit menemui titik terang.

Walau minim, deretan aksi yang intens di bagian akhir mampu menutup film dengan baik. Bigelow dan tim editing mampu menjaga tempo penceritaan tetap terjaga dari awal hingga akhir. Hal itu terbantu oleh naskah istimewa dari Mark Boal dan penampilan berkelas Jessica Chastain. Sangat menarik mengikuti bagaimana proses CIA mencari buruan nomor satu di dunia.   

#4 Django Unchained

django 2

Django. The D is silent.” – Django

Django Unchained adalah karya teranyar Quentin Tarantino yang mengusung tema perbudakan. Seperti film-filmnya terdahulu, Django Unchained kental dengan unsur blood and gore. Film ini terinspirasi dari Django (1966) serta film-film spaghetti western klasik lainnya.

Naskah apik yang juga ditulis oleh Tarantino ditambah penampilan gemilang dari Christoph Waltz, Jamie Foxx, Leonardo DiCaprio dan Samuel L. Jackson menjadikan Django Unchained salah satu masterpiece dari Quentin Tarantino. Begitu terhibur menyaksikan tontonan berkelas yang penuh dengan signature khas sang sineas.

#3 Life of Pi

Life_of_Pi_2012_Poster

You don’t know how strength of your faith until it’s been tested.” – Pi

Life of Pi adalah film yang mengadaptasi novel berjudul sama karya Yann Martel. Film ini berbicara mengenai Tuhan dan perjalanan spritual. Sebagai sutradara, Ang Lee mampu menerjemahkan dan menggambarkan perjalanan spiritual yang dialami oleh Pi dengan sangat baik.

Kelebihan yang sangat terlihat dari Life of Pi adalah tata produksinya yang istimewa. Efek visual yang digunakan sangat memukau, salah satunya menghadirkan harimau Benggala dengan menyakinkan. Sinematografi sepanjang film bergulir juga sangat indah. A great spiritual cinematic experience.

#2 Argo

argo_ver2

Argo fuck yourself.” – Lester Siegel

Argo bercerita tentang kisah nyata pelarian Tony Mendez beserta enam staf Kedutaan Besar Amerika Serikat ketika terjadi Revolusi Iran pada tahun 1979. Tidak semua yang digambarkan pada film ini benar-benar terjadi. Tentu ada dramatisasi cerita sehingga kisah ini menarik untuk ditonton.

Argo adalah karya ketiga Ben Affleck sebagai seorang sutradara. Lewat Argo, Ben Affleck seperti membuktikan dia adalah salah satu sutradara paling potensial di ranah Hollywood saat ini. Penyutradaraan Affleck dalam film ini sangat dibantu oleh naskah apik yang ditulis Chris Terrio. Selain itu, editing oleh Goldenberg sangat berperan menghadirkan ritme ketegangan di sepanjang film.  

#1 The Dark Knight Rises

tdkr 2

Tell me where the trigger is. Then… you have my permission to die!” – Batman

Empat tahun setelah The Dark Knight (2008), instalmen penutup trilogy The Dark Knight yaitu The Dark Knight Rises dirilis tahun lalu. Naskah The Dark Knight Rises ditulis oleh Nolan bersaudara, Christopher dan Jonathan. Christopher Nolan, sang sutradara, seakan ingin menutup kisah Batman ini dengan spektakuler melalui plot cerita yang mendalam serta banyaknya karakter baru yang hadir.

Twist-twist yang muncul di bagian akhir makin menambah klimaks film. Dua nama yang paling bersinar, menurut saya, adalah Anne Hathaway sebagai Selina Kyle dan Michael Caine sebagai Alfred. Keduanya memberi warna lebih pada instalmen terakhir ini. Selain itu, tata musik dari Hans Zimmer membuat banyak momen menjadi lebih hidup. An epic finale

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s