Pergantian Tahun di Puncak Tertinggi Jawa Barat

Apa yang membuat suatu gunung ramai didaki oleh para pendaki gunung? Bisa jadi karena keindahan alamnya, ketinggian puncak gunung tersebut, sejarahnya, ataupun kemudahan aksesnya. Saya rasa gunung Ciremai mempunyai beberapa faktor di atas. Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini terletak di perbatasan Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. Terdapat tiga jalur pendakian yaitu jalur Apuy, Palutungan, dan Linggarjati, yang disebut terakhir sering disebut sebagai salah satu jalur pendakian gunung paling berat di Jawa. Tak jarang pula, banyak cerita mistis yang dibawa para pendaki setelah turun gunung.

Gunung Ciremai (courtesy: annehira.com)

***

30 Desember 2011. Bersama kawan yang baru saya kenal, Otong, saya pergi menuju meeting point di Terminal Ciawir, Sumedang. Bus menjadi satu-satunya alternatif transportasi. Padatnya jalanan oleh para pengguna jalan raya yang ingin mengisi liburan akhir tahun membuat laju bus menjadi agak tersendat. Setelah dua setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Terminal Ciawir.

Total sembilan orang mengikuti pendakian ini, kebanyakan berasal dari Sumedang. Tujuh orang lainnya adalah Kang Dzikri, Mas Dimas, Rizki, Indra, Ajat, M.Ilham dan Rangga. Setelah berkumpul semua, tujuan kami selanjutnya adalah Pasar Maja. Cukup sulit menemukan elf (minibus) yang cukup kosong untuk menampung sembilan orang ditambah sembilan carrier segede gaban. Akhirnya kami naik bus sampai Kadipaten lalu dilanjutkan naik elf.

Para pendaki yang ingin mendaki Gunung Ciremai lewat jalur Apuy, dipastikan akan singgah di Pasar Maja dan naik mobil pick up untuk sampai di desa Apuy. Perjalanan melewati perkebunan warga itu ditempuh selama setengah jam. Di atas mobil pick up yang sedang berjalan, kami menghangatkan badan dengan makan gorengan.

Kami sampai di desa Apuy sekitar pukul delapan malam. Di sini, kami singgah dulu ke rumah Mang Ade untuk melapor sekaligus membayar tiket dan asuransi sebesar 10 ribu. Setelah sholat, makan malam, dan berdoa, kami memulai langkah pertama pendakian pukul 10 malam.

Jalur pendakian awal langsung menanjak dengan sisi kiri kanan adalah perkebunan warga. Selanjutnya jalur cenderung datar dan seketika gerimis mulai menyapa kami. Dua setengah jam berjalan, akhirnya sampai di Pos 1 Arban. Kami segera bergegas untuk mendirikan tenda. Tak berselang lama, tiga tenda telah kokoh berdiri dan siap untuk ditempati. Saya pun tidur dengan lelapnya. Rasa lelah mengalahkan bunyi dengkuran Otong yang terdengar sampai dua tenda sebelah.

Packing di Pos 1

31 Desember 2011. Nasi goreng adalah santapan kami pagi itu. Di gunung, makanan apapun (asal halal) rasanya beberapa kali lipat lebih nikmat dibanding biasanya. Pukul setengah sepuluh kami memulai pendakian. Tak ada bonus (jalur yang cukup datar) dalam pendakian kali ini. Full nanjak!! Satu jam berjalan dari Pos 1, akhirnya sampai juga di Pos 2. Beristirahat sejenak. Gunung Ciremai sendiri mempunyai hutan yang masih sangat rapat dan lebat. Terik matahari pun tak terasa karena rimbun dan tingginya pepohonan.

Hutan Gunung Ciremai

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 membutuhkan waktu 1 jam. Sampai di Pos 3, kami benar-benar kecapaian. Dan hujan deras tiba-tiba turun. Segera kami masak mie dan membuat minuman untuk mengisi tenaga dan menghangatkan badan. Setelah hujan cukup reda, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai di Pos 4.

Kondisi hujan membuat pendakian bertambah sulit karena jalur menjadi licin. Lebih dari satu jam berjalan, kami sampai di Pos 5, pos terluas dari pos-pos sebelumnya. Waktu menunjukkan pukul empat sore. Kami harus berjalan lebih cepat jika tidak ingin tiba terlalu malam dan kehabisan tempat di Goa Walet. Namun apa daya, jalur semakin terjal. Tenaga saya sudah hampir habis. Bersamaan dengan tenggelamnya sang surya, saya sampai juga di Goa Walet. Di sana puluhan tenda berwarna-warni telah berdiri.

Pemandangan setelah Pos 5

1 Januari 2012. Summit attack kami mulai pukul setengah tujuh pagi. Ternyata hanya diperlukan waktu 20 menit untuk sampai di puncak. Alhamdulillah, rasa syukur kembali terucap. Untuk kesekian kali, atas izin-Nya saya kembali menapaki satu puncak gunung.

Suasana di puncak Ciremai

Kawah Gunung Ciremai

Suasana di puncak sudah ramai oleh para pendaki baik dari jalur Linggarjati maupun Apuy dan Palutungan. Kedua jalur tersebut memang akan bertemu di puncak. Beruntungnya kami, cuaca pagi itu cukup bagus. Hamparan awan terlihat laksana permadani putih. Di sisi tenggara tampak pula suasana kota Majalengka.

Hamparan Awan

Foto Keluarga

Merah Putih di Puncak

Waktu selama satu setengah jam sudah terasa cukup untuk merasakan sensasi berada di puncak. Kami beranjak turun.

Goa Walet

Hujan deras turun pagi itu, membuat perjalanan turun menjadi tertunda. Pukul setengah satu siang kami baru mulai turun. Perjalanan turun tidak kalah berat dengan perjalanan naik disebabkan turunnya hujan deras yang membuat jalur menjadi sangat licin dan berlumpur. Tak terhitung berapa kali saya jatuh terpeleset. Turunnya hujan saat mendaki gunung selalu membuat pendakian menjadi lebih berat.

Akhirnya saya sampai di Pos 1 pukul setengah lima sore. Semua pakaian yang melekat di badan basah semua. Perjalanan dilanjutkan kembali dua jam kemudian, tentunya setelah mengisi perut dahulu. Pukul delapan malam, kami sampai di rumah Mang Ade. Melapor bahwa kami bersembilan telah turun dengan kondisi baik dan selamat.

Setiap pendakian gunung mempunyai cerita yang berbeda-beda bagi tiap pendaki, bahkan gunung yang sering didaki sekalipun. Hal itulah yang membuat pendakian menjadi menarik. Setiap perjalanan mempunyai ceritanya masing-masing.

Thanks to:

– Allah SWT

– Kang Dzikri, Mas Dimas, Otong, Rizki, Indra, Ajat, M.Ilham dan Rangga

One thought on “Pergantian Tahun di Puncak Tertinggi Jawa Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s