My First Backpacking Trip: Jogja Memang Istimewa Part 2

Day 2

Halaman Keraton

Tujuan pertama saya dan Lucky pada hari kedua adalah Keraton. Dan ternyata saya baru tahu kalo tempat yang kami kunjungi bukan Keraton tetapi Halaman Keraton. Karcis masuk di sini 3500 rupiah sudah termasuk izin foto. Di sini disimpan barang-barang khas Keraton seperti gamelan, kereta kencana dan lain-lain. Di sini tidak menyita banyak waktu karena barang-barang yang dipamerkan tidak terlalu banyak.

Tamansari

The trip goes to Taman Sari. Siang yang begitu panas membuat kami tergoda untuk naik becak. Sepuluh ribu untuk dua orang. Jarak dari Halaman Keraton ke Taman Sari sekitar 1,5 km. Di sepanjang jalan menuju Taman Sari banyak terdapat toko yang menjual souvenir khas Jogja dan tempat yang menawarkan belajar membatik. Karcis masuk Taman Sari hanya tiga ribu rupiah. Taman Sari ini dulunya merupakan tempat mandi istri-istri raja. Tempatnya sendiri masih cukup bagus dan terawat.

Taman Sari

Pantai Gunung Kidul

Tujuan kami selanjutnya adalah pantai Gunung Kidul. Dari Taman Sari kami berjalan kaki ke Malioboro untuk naik bus. Pikir saya waktu itu bisa ga ya sampai di Wonosari, sudah jam 2 siang soalnya. Ya sudah dicoba dulu aja. Turun dari bus pertama dilanjutkan naik bus menuju Wonosari. Perjalanan sekitar 1,5 jam untuk sampai di terminal Wonosari. Sampai di terminal sudah sore banget, sekitar jam setengah lima. Dan kekhawatiran saya terjadi, terminalnya sudah sepi banget. Mission failed.

Mungkin melihat kami kebingungan, mas-mas di situ menawari kami untuk naik motor ke pantai dengan biaya 100 ribu one trip. Karena bus tujuan Jogja hanya sampai jam 5 sore kami tolak tawaran itu. Dari mas nya saya baru tahu kalo bus dari terminal Wonosari yang ke pantai hanya sampai jam 3 sore. Kebanyakan yang ke pantai gunung Kidul naik kendaraan pribadi atau carteran dari Jogja. Ya sudah akhirnya kami balik ke Jogja.

Sampai di terminal Jogja lalu dilanjutkan naik TransJogja ke Malioboro. Di Malioboro kami makan gudeg di warung lesehan dekat pasar Beringharjo. Warung-warung lesehan banyak terdapat di sepanjang jalan Malioboro. Lalu kami jalan-jalan, mampir bentar ke Mall Malioboro, jalan-jalan lagi, lalu saya beli satu kaos di pedagang kaki lima. Pulangnya kami naik becak, kapok jalan kaki lagi. Tidak lupa untuk ditawar, jadi cuma 15 ribu berdua.

Day 3

Benteng Vredeburg

Hari terakhir di Jogja kami awali dengan berkunjung ke Benteng Vredeburg. Di sebelah Benteng Vredeburg terdapat Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Karcis masuk Benteng Vredeburg seharga dua ribu rupiah. Pagi itu tidak terlalu banyak pengunjung. Benteng Vredeburg ini dibangun pada tahun 1765 oleh VOC. Di sini juga terdapat diorama tentang sejarah Indonesia.

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949

Benteng Vredeburg

Patung Jenderal Soedirman

Tampak Dalam

Setelah puas berkeliling, akhirnya kami keluar dan karena Lucky ingin membeli bakpia, kami pun berjalan menuju deretan toko bakpia pathuk di Jalan KS Tubun deket Malioboro sebelah barat. Saya sendiri ngga beli sedangkan Lucky borong banyak banget buat keluarganya.

Keraton

Kemudian dilanjutkan ke Keraton dengan berjalan kaki. Sebenarnya capek juga jalan kaki terus tapi  ya dinikmati aja. Karcis masuk keraton plus izin foto cuma 5500 rupiah. Keraton lebih luas daripada Halaman Keraton yang kemarin kami kunjungi.  Barang-barang bersejarah peninggalan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat lengkap tersimpan di sini. Hari itu kami beruntung karena terdapat pementasan seni di Keraton.

Di dekat Keraton sebelah timur, tepatnya di jalan Wijilan terdapat deretan tempat makan yang khusus menyajikan gudeg. Bagi Anda yang ingin menikmati gudeg khas Jogja bisa mampir ke tempat ini.

Kami akhirnya kembali ke penginapan dan bersiap pulang ke kota masing-masing. Saya sendiri pulang ke Surabaya naik bus sedangkan Lucky naik kereta menuju Bandung.

Biaya yang saya keluarkan untuk perjalanan ini sekitar 403 ribu. Sebenarnya biaya dapat ditekan sampai kurang dari 300 ribu jika bepergian bukan pada high season.

Terima kasih kepada:

Allah SWT atas segala kuasa dan rahmat-Nya perjalanan ini dapat terlaksana,

Lucky, thanks for being my travelmate ,

dan orang-orang yang membantu tercapainya perjalanan ini.

One thought on “My First Backpacking Trip: Jogja Memang Istimewa Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s