Pernah ‘Ditilang’ Polisi?

Kemarin, Senin 13 Desember 2010, tampaknya kurang bersahabat bagi saya. Jadi ceritanya setelah mengikuti tutorial Petrel saya pulang ke kosan naik motor. Waktu itu, saya mbonceng Hadi, temen sejurusan. Eh ga tahunya di deket kampus, tepatnya di sebelah Café Halaman, ada banyak polisi😯 Ada pemeriksaan.. Duh, karena si Hadi ga make helm, kami pun dengan suksesnya dihentikan oleh pak polisi dan terpaksa menepi di pinggir jalan. Masak mau kabur aja, bisa-bisa dikejar ntar.. he he…

Seperti biasa, pak polisi pun meminta STNK dan SIM untuk diperiksa. Nah, di sini nih sumber masalah kedua setelah ga bawa helm tadi. STNK saya sudah kadaluarsa hampir satu bulan. Sebenarnya saya tau kalo kadaluarsa tapi males ngurusnya secara saya juga mau balik tiga minggu lagi. Kata pak polisi sih kami bisa dilepas kalo surat-suratnya (STNK &SIM) ga bermasalah, tapi gara2 STNK udah kadaluarsa terpaksa harus bayar sidang di tempat also known as ‘ditilang’. Sebelumnya si bapak polisi malah bilang kalo mau dibawa ke kantor polisi.. Waduh kalo ke kantor polisi bisa runyam masalahnya.. Tapi setelah memberi alasan diantaranya lagi musim ujian, si Hadi abis jatuh dan kakinya lecet, anak perantauan dan mau balik ke kampung (alasannya semua ga bohong lho..) dan memasang muka memelas😥, akhirnya beliau pun menawarkan agar bayar sidang di tempat. Terpaksa deh ngeluarin duit. Karena lagi ga bawa duit banyak, harus ke ATM dulu. Untungnya di TKP ada ATM. Biayanya 35 ribu rupiah.

Pas mau nyamperin, si bapak ternyata mendiskon biayanya jadi 20 ribu. Si Hadi sukses melobi si pak polisi. Ga salah nih mbonceng si Hadi.. atau gara-gara mbonceng Hadi ya bisa kena tilang.. :smile:  Tapi setelah bayar saya ga dikasih surat tilangnya.. Huh, emang akal-akalannya si pak polisi aja tuh.

Itu ketiga kalinya saya ‘ditilang’ polisi. Semuanya gara-gara mbonceng ga bawa helm. Kejadian pertama sewaktu SMA dan kedua ketika bulan puasa kemarin pas mau ambil ta’jil. Untuk yang kedua, sebenarnya dari jauh keliatan ada satu pak polisi, keliatannya sih baik pak polisinya eh ternyata dicegat juga,, sial, apalagi waktu itu bayar 50 rb… dan tanpa diberi surat tilang.

Jadi tipsnya nih kalo Anda udah dihentikan polisi dan secara kasat mata Anda bersalah, cobalah membuat alasan-alasan yang kreatif, inovatif, rasional, dan yang paling penting memancing rasa iba tentunya dengan memasang muka yang memelas. Dijamin Anda akan tetep ditilang, he3.. At least biayanya bisa berkuranglah.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menunjukkan keburukan kepolisian tetapi semata-mata untuk mendorong kepolisian memperbaiki kekurangannya sehingga kinerja kepolisian menjadi semakin baik ke depannya. Bagaimanapun juga polisi adalah pengayom masyarakat bukan monster yang harus kita takuti.

3 thoughts on “Pernah ‘Ditilang’ Polisi?

  1. Hmmm, mungkin kalo kena tilang lagi coba tekan polisinya dg minta tilang (sidang) aja daripada bayar, paling-paling dia langsung banting harga, takut kantongnya gak keisi, tapi kalo yang terjadi sebaliknya ya apa boleh buat?
    terserah pilih yg mana..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s