Film Indonesia 2012 Terbaik

Standard

Akhir tahun 2012 dunia perfilman Indonesia ditutup dengan manis dengan booming-nya film 5cm dan Habibie & Ainun. Meledaknya dua film tersebut, menyusul kesuksesan The Raid, seolah menutupi realita jumlah penonton film Indonesia yang sebenarnya cukup memprihatinkan. Saya sangat yakin sebagian besar masyarakat, mungkin anda juga, saat ini beranggapan kualitas film Indonesia buruk. Anggapan yang tidak sepenuhnya salah mengingat beberapa tahun terakhir reputasi film nasional dicemari maraknya film-film horor dan komedi murahan berbau seks.

Namun apakah film Indonesia yang diproduksi tahun-tahun belakangan ini seburuk itu? I don’t think so. Tahun 2012 lalu sangat banyak sekali film Indonesia dengan kualitas sangat baik. Tema yang diangkat pun semakin beragam. Memang masih muncul film-film bertema horror dan komedi murahan. Namun jumlahnya semakin sedikit. Tentu harapan kita bersama film nasional dapat kembali dicintai masyarakat.

Film-film yang saya pilih selain memiliki presentasi apik juga meninggalkan kesan mendalam.

Catatan: Saya belum menonton Lovely Man, Mata Tertutup, dan Cita-citaku Setinggi Tanah.

#8 Soegija

soegija

Soegija menceritakan kehidupan di sekeliling seorang uskup bernama Albertus Soegijapranata pada tahun 1940an. Jika tujuan film ini dibuat adalah menceritakan perjalanan seorang tokoh, Soegija tidak memberikan fokus penceritaan yang diharapkan penonton. Banyak plot yang muncul justru menjadi kelemahan utamanya. Penonton akan dengan mudah sejenak melupakan karakter utama dengan banyaknya karakter yang dihadirkan namun tanpa kedalaman karakter yang memadai.

Namun ciri khas Garin tetap muncul dalam film ini. Sinematografi yang apik membuat Soegija tampil dengan visual yang indah. Tata artistik dari Allan Sebastian juga patut diapresiasi. Alhasil, walaupun Soegija jelas bukan karya terbaik dari seorang Garin Nugroho, Soegija merupakan sebuah tontonan yang tak mengecewakan.   

#7 5cm

5cm

Dengan cerita yang sederhana, 5cm menghadirkan kisah persahabatan bersetting alam terbuka yang ringan untuk semua kalangan penonton. Kesederhanaan itu yang seharusnya modal bagi Dhonny Dirgantoro sebagai penulis naskah dan Rizal Mantovani sebagai sutradara untuk membuat film yang berkesan. Namun apa daya 5cm hadir dengan presentasi yang kurang memuaskan. Banyak adegan yang menurut saya annoying. Dialog-dialog cheesy bermunculan seperti dalam novelnya, yang menurut saya lebay atau berlebihan.

Selain itu, sebagai film yang banyak mengambil gambar di alam terbuka dan liar seperti gunung, 5cm tidak memberikan edukasi yang baik kepada penonton mengenai bagaimana tinggal di alam terbuka (Baca tulisan saya: Review Film 5cm). Hal yang dapat dibanggakan dari 5cm adalah film ini tampil menghibur dan penuh dengan tampilan landscape yang indah.   

#6 Modus Anomali

modus-anomali-film-indonesia-poster

Joko Anwar kembali dengan genre thriller melalui Modus Anomali. Film ini berkisah sebuah keluarga yang tengah berlibur di sebuah hutan dan diburu seseorang yang misterius. Melalui atmosfer yang dibangun, penonton akan merasakan teror mencekam sekaligus rasa penasaran.

Bagian tata produksi merupakan bagian dengan kualitas sangat menonjol. Gambar-gambar tajam yang dihasilkan dan kualitas suara yang jernih membantu menghadirkan suasana yang dibutuhkan. Dari departemen akting, Rio Dewanto tampil dengan baik walau tidak istimewa. Begitupun karakter pendukung seperti Hannah Al Rashid, Surya Saputra dan Marsha Timothy bermain baik. Dibanding film Indonesia bergenre thriller lainnya, Modus Anomali jelas relatif lebih unggul.  

#5 Test Pack: You’re My Baby

TEST PACK

Sangat jarang ditemui film Indonesia bergenre drama romantis yang diproduksi dengan sangat baik seperti halnya Test Pack: You’re My Baby. Sejak menit pertama dimulai penonton akan sulit untuk tidak mengikuti jalan cerita yang terus bergulir. Walaupun film ini bergenre drama, rasa bosan akan jarang sekali muncul. Tentunya ini hasil kerja dari penulis naskah Aditya Mulya dan sutradara Monty Tiwa.

Kekuatan lain film ini tak dapat dipungkiri adalah akting menawan dua pemeran utamanya, Reza Rahadian dan Acha Septriasa. Reza bisa dibilang aktor terbaik Indonesia saat ini sedangkan Acha terlihat semakin matang. Chemistry mereka bangun sepanjang film sangat kuat dan natural. Penampilan Renata Kusmanto, Meriam Belina dan Jaja Miharja melengkapi deretan cast yang tampil dengan baik. 

#4 Tanah Surga … Katanya

tanah surga katanya

Sangat banyak film bertema nasionalisme yang diproduksi beberapa tahun terakhir. Namun banyak dari film-film tersebut diproduksi tanpa didukung penceritaan yang baik. Mereka kerap menggunakan simbol-simbol nasionalisme secara berlebihan. Sebenarnya hal itu tidak salah namun jangan sampai nasionalisme hanya dijadikan tema besar tanpa eksplorasi cerita yang memadai. Karena hal itu tidak akan berbekas terhadap penonton.

Tanah Surga… Katanya adalah sebuah drama komedi satir yang diproduseri oleh Deddy Mizwar. Mengetengahkan tema nasionalisme, film ini bercerita kehidupan masyarakat Indonesia di perbatasan dengan Malaysia. Dari segi akting, deretan cast mampu tampil solid. Kritik sosial cukup mengena tanpa bersifat menggurui. Komedi yang dihadirkan juga cukup berhasil. Tema nasionalisme yang ditampilkan, in my opinion, agak sedikit berlebihan pada beberapa adegan. Secara keseluruhan Tanah Surga… Katanya mempunyai kualitas cukup bagus.

#3 The Raid

the-raid-indonesia

Sebelum diputar di Tanah Air, The Raid sempat melalangbuana ke beberapa festival film internasional dan menjadi official selection. Hal itulah yang kemudian membuat film ini begitu populer di Indonesia bahkan sebelum filmnya sendiri ditayangkan. The Raid kemudian menjadi film Indonesia paling banyak ditonton di tahun 2012.

Sama seperti Merantau, film Gareth Evans sebelumnya, The Raid menggunakan pencak silat sebagai media utama dalam elemen pertarungannya. Dengan premis yang sangat sederhana, koreografi laga adalah sajian utama The Raid. Adegan-adegan pertarungan yang sangat mengagumkan adalah kekuatan utama walau dengan pendalaman karakter yang sangat dangkal.

#2 The Act of Killing (Jagal)

the act of killing

Meet Anwar Congo, mantan pencatut tiket bioskop yang mempunyai peran besar di balik tragedi kelam tahun 1965-1966. Ya, Anwar Congo adalah salah seorang eksekutor pembantaian anggota PKI, masyarakat etnis Tionghoa, buruh dan tani di Medan, Sumatera Utara. Bersama rekannya sesama eksekutor Adi Zulkadry dan temannya Herman Koto, Anwar Congo merekonstruksi tragedi 39 tahun silam. The Act of Killing menunjukkan sebagian dari potret buram sejarah republik ini. The Act of Killing sukses bercerita bagaimana para eksekutor menghabisi nyawa-nyawa tak berdosa dengan dingin tanpa sedikitpun rasa penyesalan.

#1 Habibie & Ainun

habibie ainun

Handicap terbesar dari Habibie & Ainun adalah product placement yang sangat kentara. Tata musik sendiri terlalu megah pada beberapa bagian. Lalu saya sedikit kecewa terhadap departemen tata rias. Tata rias wajah Ainun tua tidak berbeda dengan wajah Ainun muda, kecuali menambahkan uban saja .

Gina S. Noer dan Ifan Ismail patut diberikan kredit tambahan atas naskah yang mereka tulis. Gina dan Ifan menyajikan kisah romansa yang hangat sekaligus menguras emosi penonton. Dari segi akting, walau berbeda secara fisik dengan karakter aslinya, Reza Rahadian mampu membawakan karakter Habibie dengan sangat brilian. Bunga Citra Lestari, walau tidak istimewa, dapat memerankan karakter Ainun dengan baik. Tata artisitik juga pantas diberikan pujian. Lagu tema oleh Bunga Citra Lestari juga saya sukai. Faozan Rizal patut berbangga diri dengan debut penyutradaraannya ini. Jelas, Habibie & Ainun adalah salah satu film Indonesia terbaik tahun lalu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s